2 Kesalahan Saat Investasi Aplikasi Bibit yang Harus Dihindari

Jika saat ini kamu berinvestasi, namun merasa bingung seperti apa cara memulainya? Maka saat ini kamu perlu berkenalan dengan yang namanya investasi aplikasi Bibit. Bagi yang belum mengetahui Bibit merupakan sebuah aplikasi investasi reksadana yang sudah berbasis teknologi Robo-Advisor.

Bibit ini sendiri nantinya akan membantu kamu untuk mulai investasi Reksa Dana secara otomatis dan tanpa banyak kesulitan lagi. Jadi bisa dikatakan ini cocok untuk investor pemula yang memang belum mempunyai pengalaman berinvestasi.

Dengan ini maka kamu tidak perlu lagi repot untuk menentukan ingin produk reksadana mana yang harus kamu beli, karena memang semua akan dilakukan oleh robot pintar yang sudah ada dalam aplikasi Bibit.

Keunggulan Investasi Aplikasi Bibit

Lalu apa yang menjadi keunggulan Bibit dari yang lain? Dalam aplikasi ini pun nantinya tidak akan memungut komisi dari setiap pembelian reksadana, dimana investasi mulai dari Rp10.000, serta sudah terdapat fitur investasi syariah untuk kamu yang beragama muslim dan keuntungan lainnya adalah investasi aplikasi Bibit kamu nantinya pun tidak dikenai pajak.

Dengan begini maka kamu tidak perlu khawatir mengenai keamanan, dimana aplikasi ini akan menjaga investasi kamu karena memang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Bibit ini sendiri pun  sudah memegang lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Reksa Dana, dan satu-satunya platform robo advisor yang memang telah diakui sebagai Inovasi Keuangan Digital terbaik oleh pihak OJK.

Bukan hanya itu saja, nantinya pun kamu juga bisa berinvestasi Reksadana dengan memanfaatkan GoPay di platform Bibit disertai dengan gratis biaya transfer.

2 Kesalahan Saat Investasi Aplikasi Bibit

Zaman sekarang ini, investasi memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan banyak pilihan investasi yang tentunya memiliki resiko berbeda-beda. Pilihan orang untuk berinvestasi biasanya dikarenakan karena ingin menyesuaikan modal yang tersedia serta ingin meningkatkan nilai uang tersebut.

👉 TRENDING:  4 Contoh Investasi Jangka Panjang yang Bikin Kaya

Saaat ini salah satu investasi yang murah dan terjangkau yaitu reksadana. Investasi reksadana ini pun sekarang bisa dibeli secara online dan hanya cukup 10 ribu saja kamu sudah bisa menjadi seorang investor reksadana.

Mudah dan murahnya investasi reksadana ini pun akhirnya membuat banyak orang tidak pikir panjang untuk membelinya. Akan tetapi jangan lupa jika investasi bukan tanpa risiko ditambah laji buat kamu masih baru dalam hal investasi, sehingga kamu perlu berhati-hati dalam berinvestasi. Lalu apa saja kesalahan dalam investasi aplikasi Bibit yang biasa dilakukan banyak orang?

1.     Tidak Punya Target atau Tujuan Investasi

Pada dasarnya, kketika seseorang melakukan sesuatu, maka pastillah ada tujuannya. Bukan hanya tujuan untuk investasi, namun juga target investasinya. Seorang investor itu harus mempunyai perencanaan dan jangka waktu investasi.

Dalam hal ini kamu juga harus mengetahui dan memastikan terlebih dahulu alasan mengapa membeli sebuah produk investasi. Hal ini bertujuan supaya dana yang diinvestasikan nantinya bisa mencapai tujuan keuangan.

2.     Investasi Tidak Sesuai Profil Risiko

Diketahui ada banyak pemula yang melakukan investasi itu memang tidak pada porsinya, dan ujung ujungnya bukannya tenang tapi malah selalu khawatir karena salah pilih reksadana.

Memang, jika dibandingkan saham dan alat investasi lainnya, bisa dibilang jika reksadana lebih mudah, namun bukan berarti kamu tidak belajar investasi. Setelah menentukan tujuan, hal kedua yang memnag tidak kalah penting yaitu dengan mengetahui profil risiko diri sendiri dalam berinvestasi, agar tepat dalam memilih produk investasi.

Sebagai contoh, investor dengan profil risiko rendah dan masih belum bisa menerima fluktuasi yang tinggi dalam jangka pendek investasi, tujuan investasi untuk keperluan dana jangka pendek, sehingga untuk investasi yang cocok yaitu reksadana pasar uang.

👉 TRENDING:  Tutorial Aplikasi IPOT untuk Investor Pemula Beli Saham

Hal ini disebabkan karena reksadana pasar uang menempatkan mayoritas asetnya pada deposito yang mana sebenarnyapergerakannya cukup stabil dengan fluktuasi pasar yang rendah.

Oleh sebab itu agar nanti tidak ada kesalahan saat melakukan investasi reksadana, sekarang sudah ada Robo-advisor yang akan membantu kamu merekomendasikan reksadana terbaik.

Sudah saatnya untuk kamu mulai investasi reksadana dengan bantuan Robo-advisor di investasi aplikasi Bibit. Tentunya akan meminimalisir kesalahan investasi dengan bantuan robot.