Analisis Kelayakan Investasi : Pengertian dan Metodenya

Apa itu analisis kelayakan investasi? Suatu investasi perlu dipertimbangkan sejak awal kelayakannya. Terlebih, dana yang digunakan untuk berinvestasi merupakan bagian dari aset organisasi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tingkat kelayakan.

Kelayakan investasi menggambarkan apakah investasi yang sedang Anda lakukan tersebut menguntungkan atau tidak.

Maka dari itu, sebaiknya segera Anda pahami bagaimana cara untuk menilai kelayakan suatu investasi pada ulasan lebih lengkapnya berikut ini.

Pengertian Analisis Kelayakan Investasi

Investasi bukan hanya sekedar setor modal, kemudian Anda menunggu hasilnya. Akan tetapi, banyak hal yang harus dipahami agar kegiatan investasi bisa berjalan sesuai dengan harapan, serta memperoleh keuntungan yang besar.

Nah, pengertian dari analisis investasi adalah suatu kegiatan yang perlu investor lakukan untuk mengetahui prospek dari suatu investasi yang mendasari pengambilan keputusan investasi tersebut menguntungkan atau tidak.

Investasi memiliki ruang lingkup yang lebih luas, dimana investasi bisa dilakukan pada pengadaan aset riil seperti bangunan, tanah,  kendaraan, deposito, obligasi, dan saham.

Dari berbagai instrumen tersebut, investasi terbagi jad jangka pendek, menengah dan panjang.

Setelah Anda mengetahui definisi dari analisis kelayakan investasi, ketahui juga tentang metode-metode yang berlaku di dalamnya.

Metode-Metode Kelayakan Investasi

Kelayakan suatu investasi tidak bisa dinilai hanya berdasarkan dari asumsi atau keyakinan saja, tapi harus dianalisis secara mendalam dari berbagai aspek. Nah, berikut ini beberapa metode penilaian investasi yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Profitability Index (PI) 

Metode PI ini mengukur investasi dinyatakan layak atau tidak berdasarkan indeks keuntungannya yang dibandingkan dengan nilai penerimaan kas bersih secara keseluruhan dan nilai investasi saat ini. Rumus perhitungan nilai PI yakni:

PI= PV/I

Keterangan:

PI= Profitability Index

PV= Present Value (jumlah nilai sekarang dihitung dari seluruh penerimaan kas bersih)

I= Investasi

Asumsi dari metode PI yaitu:

  • Jika PI>1, maka investasi layak karena menguntungkan
  • Jika PI<1, maka investasi tidak layak karena dapat merugikan

2. Net Present Value (NPV) 

Analisis kelayakan investasi menggunakan metode NPV dinilai dari keuntungan bersih yang diperoleh di akhir pengerjaan suatu proyek atau investasi.

Contoh analisis investasi dengan NPV ini merupakan metode kuantitatif yang bisa menunjukkan layak tidaknya suatu investasi.

Perhitungan NPV dirumuskan sebagai berikut:

NPV= ΣPVt – A0

NPV= (PV1 + PV2 +….) -A0

PV= NCF × Discount factor

Discount factor= 1/ (1+r) t

Keterangan:

NPV= Net Present Value

PV= Present Value

NCF= aliran kas

A0= investasi yang dikeluarkan pada awal tahun

r= biaya modal

t= periode waktu proyek atau investasi

3. Internal Rate of Return (IRR) 

Kriteria investasi dengan metode Internal Rate of Return biasanya dipakai untuk mengukur investasi dari suku bunga yang menjadikan jumlah nilai sekarang sebagai keuntungan yang sama dengan jumlah biaya modal (NPV=0).

Mengapa demikian? Karena dalam aplikasi metode ini, time value of money telah diperhitungkan sehingga arus kas yang didapat telah didiskontokan atas dasar biaya modal atau tingkat bunga yang diterapkan.

Rumus analisis IRR yaitu:

IRR= R1 + (PV1 – PV0/PV1 -PV2) × (R1 – R2)

Keterangan:

IRR= Internal Rate of Return

R1= tingkat bunga pertama

R2= tingkat bunga kedua

PV= Present Value

Demikian ulasan Fintech tentang analisis kelayakan investasi beserta beberapa metode kelayakan yang dapat Anda pahami. Dari banyaknya metode yang ada, Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan jenis investasi yang dipilih.